Perdagangan Bursa Saham Indonesia Buka Rabu 25 Maret 2026
Bursa saham Indonesia akan kembali beroperasi pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah menghentikan aktivitas perdagangan efek selama periode libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.
Berdasarkan keterangan yang mengutip laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham telah libur sejak 18 Maret 2026. Penutupan ini dilakukan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Dengan berakhirnya masa libur tersebut, para pelaku pasar akan kembali aktif melakukan transaksi di bursa. Pembukaan kembali perdagangan ini juga menjadi momentum bagi investor untuk mencermati pergerakan pasar pasca-libur panjang.
Sejumlah analis memperkirakan aktivitas perdagangan masih dipengaruhi oleh sentimen global pada hari pertama pembukaan. Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai, jika sentimen global mulai stabil, IHSG berpeluang kembali bergerak menuju area 7.200 hingga 7.300 dalam jangka menengah.
"IHSG berpotensi kembali bergerak menuju area 7.200 hingga 7.300 dalam jangka menengah,” ujar Hendra kepada Liputan6.com, Selasa (24/3/2026).
Dia menuturkan, hari pertama perdagangan setelah libur panjang kerap menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek. Aktivitas beli yang kembali meningkat berpotensi mendorong IHSG keluar dari fase konsolidasi.
Hendra menilai, koreksi yang terjadi sebelum Lebaran lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal, terutama kebutuhan likuiditas investor. Dengan berakhirnya periode tersebut, tekanan jual diperkirakan mulai berkurang.
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG rawan koreksi dengan level support 7.058 dan level resistance 7.166.
"Kami perkirakan di teknikal IHSG masih berada di fase downtrend, investor masih mencermati perkembangan Timur Tengah dan Fed Rate,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Berdasarkan keterangan yang mengutip laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham telah libur sejak 18 Maret 2026. Penutupan ini dilakukan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Dengan berakhirnya masa libur tersebut, para pelaku pasar akan kembali aktif melakukan transaksi di bursa. Pembukaan kembali perdagangan ini juga menjadi momentum bagi investor untuk mencermati pergerakan pasar pasca-libur panjang.
Sejumlah analis memperkirakan aktivitas perdagangan masih dipengaruhi oleh sentimen global pada hari pertama pembukaan. Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai, jika sentimen global mulai stabil, IHSG berpeluang kembali bergerak menuju area 7.200 hingga 7.300 dalam jangka menengah.
"IHSG berpotensi kembali bergerak menuju area 7.200 hingga 7.300 dalam jangka menengah,” ujar Hendra kepada Liputan6.com, Selasa (24/3/2026).
Dia menuturkan, hari pertama perdagangan setelah libur panjang kerap menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek. Aktivitas beli yang kembali meningkat berpotensi mendorong IHSG keluar dari fase konsolidasi.
Hendra menilai, koreksi yang terjadi sebelum Lebaran lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal, terutama kebutuhan likuiditas investor. Dengan berakhirnya periode tersebut, tekanan jual diperkirakan mulai berkurang.
Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG rawan koreksi dengan level support 7.058 dan level resistance 7.166.
"Kami perkirakan di teknikal IHSG masih berada di fase downtrend, investor masih mencermati perkembangan Timur Tengah dan Fed Rate,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Berita Terbaru
Tinggalkan Komentar
Komentar Pengunjung
Belum ada komentar